Ginjal Rusak Perlahan, HBOT Memberi Harapan

 

Oleh: Dr.dr. Hisnindarsyah, SpKL(K)

Penyakit Ginjal Kronis (GGK) atau Chronic Kidney Disease (CKD), merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara bertahap dan berlangsung lama hingga terjadi kerusakan permanen. Yang membuatnya berbahaya, CKD dikenal sebagai silent progression. Silent, suatu kondisi dimana penyakit berkembang diam-diam tanpa gejala berarti pada fase awal. Pada stadium 1 hingga 2, sebagian besar pasien masih merasa sehat tanpa keluhan berarti karena tubuh masih mampu mengompensasi penurunan fungsi ginjal. Gejala mulai muncul saat memasuki stadium 3, ya meskipun masih terasa ringan dan tidak spesifik, seperti mudah lelah atau sedikit pembengkakan pada kaki. Ketika penyakit berkembang ke stadium 4, nah ini barulah keluhan makin jelas. Puncaknya pada stadium 5 atau gagal ginjal tahap akhir, gejala menjadi berat dan mengganggu. Seperti sesak napas, mual muntah, hingga penumpukan racun dalam darah yang sering kali memerlukan tindakan dialisis atau transplantasi.

Itulah mengapa penyakit ginjal kronis itu membuat pasiennya merasa berjalan di tempat. Sudah minum obat dengan disiplin, sudah jaga pola makan, sudah kontrol rutin, namun mengapa pada akhirnya tetap saja berujung pada cuci darah? Pertanyaan ini lumrah, karena selama ini penanganan GGK berfokus pada dua hal utama, yaitu mengendalikan penyebab dan memperlambat progresivitas kerusakan. Namun masih belum menyentuh aspek regenerasi jaringan ginjal yang rusak. Di tengah berbagai upaya dunia medis dalam mengobati kasus GGK, hadir terapi regeneratif komplementer yang memberikan harapan baru. Yaitu, terapi oksigen hiperbarik atau HBOT. Terapi ini bekerja dengan memberikan oksigen murni dalam tekanan tinggi, sehingga kadar oksigen dalam darah meningkat signifikan dan dapat menjangkau jaringan yang mengalami kekurangan suplai, termasuk ginjal.

Dengan meningkatkan kadar oksigen secara signifikan di dalam darah dan jaringan ginjal, akan mengaktifkan berbagai proses biologis penting, seperti peningkatan produksi energi sel (ATP), stimulasi pertumbuhan pembuluh darah baru (angiogenesis), serta aktivasi faktor pertumbuhan yang berperan dalam perbaikan jaringan. Selain itu, HBOT juga membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif yang selama ini menghambat proses regenerasi. Kombinasi efek ini memungkinkan lingkungan mikro di ginjal menjadi lebih kondusif untuk menumbuhkan sel dan jaringan yang baru, sehingga sel-sel yang masih viable dapat bertahan, berfungsi lebih baik, dan dalam batas tertentu berkontribusi pada perbaikan struktur jaringan yang rusak. Meskipun bukan berarti meregerasi ginjal secara utuh, pendekatan ini membuka peluang untuk memperlambat kerusakan sekaligus mengoptimalkan kapasitas regeneratif yang masih dimiliki jaringan ginjal tersebut.

Studi pada model hewan membuktikan bahwa HBOT dapat meningkatkan proses angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru), menekan fibrosis (jaringan parut), serta memperbaiki struktur nefron setelah cedera ginjal. Sementara itu, beberapa studi pada manusia terutama pada pasien dengan komplikasi diabetes, menunjukkan adanya perbaikan parameter fungsi ginjal seperti penurunan proteinuria dan stabilisasi laju filtrasi glomerulus. Meskipun hasil ini masih memerlukan penelitian lanjutan dalam skala besar, temuan yang ada memberikan dasar ilmiah bahwa peningkatan oksigenasi melalui HBOT dapat menciptakan lingkungan biologis yang lebih mendukung proses perbaikan dan regenerasi jaringan ginjal yang rusak.

Sekalipun HBOT terbukti secara ilmiah memberikan harapan baru dalam mendukung perbaikan dan mempertahankan fungsi ginjal, sangat penting untuk dipahami bahwa terapi ini bukanlah pengganti pengobatan utama. HBOT bersifat komplementer, maksudnya terapi ini digunakan sebagai pendamping. Oleh karena itu, penggunaannya harus dilakukan secara selektif, berbasis indikasi yang jelas, dan di bawah pengawasan tenaga medis yang kompeten, khususnya kolaborasi dokter hiberbarik dan dokter yang memahami kondisi ginjal pasien secara menyeluruh.

Dengan pendekatan yang tepat dan terintegrasi, HBOT dapat menjadi bagian dari strategi terapi yang lebih komprehensif. Bukan sekadar mengikuti tren, tetapi sebagai upaya rasional untuk meningkatkan kualitas hidup pasien secara aman dan bertanggung jawab.

_(Konsultan HBOT RSKM Cilegon ; Klinik Salama Margonda Depok; Agni Hyperbaric Center Bekasi; Bimasena Sleman Yogyakarta)_

Related posts